UNGARAN – Universitas Ngudi Waluyo (UNW) menjadi saksi momentum penting dalam upaya perlindungan anak dan penguatan kualitas pendidikan di Indonesia. Pada hari Rabu (21/01/2026), Aula Gedung HM Ishak dipadati oleh ratusan peserta yang menghadiri Workshop Nasional bertajuk “Harmoni Hukum Perlindungan Anak dan Pendidikan: Kunci Membangun Generasi Emas Indonesia yang Berakhlak Mulia.”
Acara ini diselenggarakan oleh Prodi Ilmu Hukum berkolaborasi dengan Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) serta bertepatan dengan momen khidmat Pelantikan Bersama Pengurus BKTKI–DMI Kabupaten/Kota Semarang serta Pengurus BKTKI–DMI Provinsi Jawa Tengah, menandai komitmen kolektif dalam membina pendidikan anak usia dini yang berbasis nilai-nilai luhur dan mulia.
Sesi pertama workshop yang dipandu oleh Dwi Wisnu Kurniawan, S.H., M.H. (Dosen Ilmu Hukum UNW), berfokus pada hukum perlindungan anak dan instrumen hukum sebagai benteng perlindungan anak.
Bapak Indra Yuliawan, S.H., M.H. memberikan sosialisasi mendalam mengenai UU Nomor 35 Tahun 2014 jo UU 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak. Beliau menyampaikan mengenai latar belakang dari lahirnya UU tersebut dan menggarisbawahi pentingnya literasi hukum dan jaminan Hak anak dijamin dalam UU 35/2014 dalam berbagai bidang, yakni bidang agama, pendidikan Kesehatan, partisipasi bidang sosial & budaya, serta berhak mendapatkan perlindungan khusus. Untuk mewujudkan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama dan diperlukan pelaksanaan peran secara simultan oleh negara, pemerintah, orang tua/keluarga, Masyarakat.
Ibu Dr. Arista Candra Irawati, S.H., M.H., Adv. menutup sesi dengan pemaparan tajam mengenai sanksi hukum bagi pelaku kejahatan anak. Beliau menegaskan bahwa hukum di Indonesia tidak memberikan toleransi bagi pelanggar hak anak, demi menjamin keadilan bagi korban. 
Ibu Dr. Chandrawaty, M.Pd memaparkan strategi penguatan organisasi BKTKI. Beliau menekankan bahwa soliditas pengurus adalah fondasi utama dalam menggerakkan program-program pendidikan yang berdampak luas.
Ibu Dr. Nur Intan Rochmawati, M.Pd membawa perspektif nasionalisme melalui materi Revitalisasi JSN 45. Ia menjelaskan bagaimana nilai-nilai perjuangan harus disinergikan dengan pola perlindungan anak dalam sistem pendidikan nasional.
Ibu Dr. Rani Maharani, M.Pd memperkenalkan pendekatan Deep Learning di tingkat PAUD. Inovasi ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kebangsaan sejak dini melalui metode belajar yang lebih bermakna dan mendalam.
Pelantikan Pengurus BKTKI-DMI: Langkah Baru Menuju Perubahan
Rektor Universitas Ngudi Waluyo dan Ketua Dewan Pengurus Yayasan Ngudi Waluyo Ungaran dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi ini dan pentingnya kolaborasi antara akademisi, praktisi hukum, dan organisasi masyarakat seperti BKTKI adalah kunci utama dalam menjemput Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan foto bersama, meninggalkan optimisme besar bagi masa depan perlindungan anak di Jawa Tengah. (Dwi Wisnu Kurniawan, S.H., M.H.)