Program Studi S-1 Ilmu Hukum Universitas Ngudi Waluyo menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergitas Bawaslu dengan Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Kualitas Pengawasan dan Penegakan Hukum Pemilu” pada Kamis, 3 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pukul 13.00–16.00 WIB bertempat di Gedung M – Ruang Sidang Lantai 1 Universitas Ngudi Waluyo, dan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta sejumlah perwakilan lembaga penyelenggara pemilu di daerah.
Acara FGD ini menghadirkan tiga narasumber kompeten di bidangnya. Pemateri pertama, Indra Yuliawan, S.H., M.H., menyampaikan materi mengenai urgensi penguatan pengawasan partisipatif dalam rangka mewujudkan pemilu yang berintegritas. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara Bawaslu, civitas akademika, dan masyarakat dalam mendeteksi serta mencegah potensi pelanggaran pemilu sejak dini.
Pemateri kedua, Ummi Nu’amah, S.Pd., memberikan perspektif mengenai peran pendidikan politik bagi generasi muda sebagai elemen strategis dalam pengawasan pemilu. Dalam paparannya, beliau mengajak perguruan tinggi untuk lebih aktif melakukan sosialisasi, riset, dan pengembangan model pengawasan berbasis komunitas kampus.
Sementara itu, Dr. Arista Candra Irawati, S.H., M.H.Adv., selaku pemateri ketiga, membahas aspek penegakan hukum pemilu dan tantangan implementasinya di lapangan. Beliau menyoroti berbagai hambatan penegakan hukum yang sering muncul, serta mendorong penguatan kapasitas hukum bagi mahasiswa hukum agar mampu terlibat secara profesional dalam pengawasan pemilu.
Kegiatan FGD ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab yang berlangsung antusias. Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antara Bawaslu dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pengawasan dan penegakan hukum pemilu yang lebih transparan, akuntabel, dan demokratis.